HOME
Home » Opini » Spirit Sentuhan Seorang Guru

Spirit Sentuhan Seorang Guru

Posted at November 24th, 2021 | Categorised in Opini

Dalam kbbi.kemendikbud.go.id, sentuhan memiliki arti hasil menyentuh; senggolan; singgungan.  Ketika mengartikan senggolan, yang ada dalam benak kita adalah tindakan tidak sengaja dan menyebabkan ketidaknyamanan di salah satu pihak yang tersenggol.  Kita ambil contoh kendaraan yang kita miliki sedang berada dijalan raya, kemudian ada kendaraan lain yang melaju agak kencang dan mencoba mendahului kita dengan menyalip, sementara posisi dari arah berlawanan, setelah tikungan, ada kendaraan lain juga sedang meluncur.

Apa yang akan dilakukan oleh kendaraan yang menyalip kita? Kendaraan yang menyalip kita akan berusaha menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan -senggolan, tersenggol, menyenggol- dengan mendekatkan posisi kendaraannya sedemikian rapat dengan kendaraan kita yang bisa jadi membuat kita ketika berkendara kurang nyaman tetapi semua pihak yang ada di jalan raya saat itu pasti memiliki pikiran yang sama bahwa semua harus selamat dan tidak terjadi kecelakaan.

Sentuhan dalam arti singgungan, bisa dimaknai secara denotatif dengan tindakan bersinggungan secara langsung, ada kontak yang menggerakkan anggota badan, bisa berupa tangan atau anggota tubuh lainnya seperti pundak misalnya, untuk membuat orang lain mengetahui bahwa ada yang ingin disampaikan oleh penyentuh kepada dirinya.  Sentuhan juga bisa bermakna konotatif.

Hasil menyentuh yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain tidak hanya akan membuat orang yang disentuh menolehkan kepala jika dia tidak berhadapan dengan kita tetapi akan tercermin dalam cara orang yang disentuh tersebut ketika berpikir, kemudian merasa dan bersikap, yang pada akhirnya pengalamannya disentuh baik secara halus maupun kurang halus, secara emosional ataupun tidak akan terlihat dalam tindakannya sehari-hari.

Sentuhan merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal selain gestur (ekspresi wajah, tatapan mata, sikap tubuh), paralinguistik yang mengkomunikasikan emosi dan pikiran tertentu, postur tubuh, penampilan (penggunaan baju, model potongan rambut), dan jarak.  Dalam aktivitas komunikasi, komunikasi non verbal memiliki peran sama pentingnya dengan komunikasi verbal.

Maka melakukan sentuhan bagi ayah dan ibu kepada bayinya, sentuhan ayah dan ibu kepada anak laki-laki dan perempuannya, sentuhan suami kepada istrinya demikian sebaliknya, bahkan sentuhan pecinta tanaman kepada tanamannya menjadi energi positif bagi penerima sentuhan.

Bagaimana dengan sentuhan pendidik ke para anak didiknya? Tentu memiliki sumbangan yang tinggi bagi anak didiknya hari ini, besok, lusa, dan masa yang akan datang.  Mendidik tidak hanya melulu bicara melakukan proses transformasi ilmu pengetahuan yang menjadi spesialisasi pendidik, menggugurkan kewajiban dengan apa yang diterima setiap bulan dalam rekening agar menjadi semakin berkah, tetapi yang jauh lebih penting adalah keterlibatan yang akan memberikan dampak ke arah lebih baik bagi anak didik.  Keterlibatan yang dimaknai sebagai upaya dalam mendorong, memotivasi, dan mendukung anak didiknya tidak hanya secara keilmuan tetapi juga peningkatan dalam keimanan.

Pendidik berperan secara sadar dan siap mengemban tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati melalui kompetensi yang dimiliki, mutu anak didik yang terlihat dengan prestasi, dan membantu anak didik menemukan self nya dengan rangkulan orang tua dalam tanda kutip untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik secara profesional.  Anak didik tidak hanya memiliki kemandirian, tetapi juga cerdas, dan memiliki karakter yang kuat.  Mendahulukan adab sehingga ilmu yang didapat menjadi bertambah dan bermanfaat.

Gawai hanya berfungsi sebagai media untuk melakukan transfer pesan kehidupan secara universal di era digital, tetapi tidak memiliki kemampuan dalam melakukan sentuhan.  Sentuhan diciptakan Tuhan untuk makhluk hidup yang memiliki akal.  Untuk membuat kehidupan di alam semesta menjadi lebih terarah dan harmonis.

Selamat hari guru bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.  Selamat menyentuh semua anak yang Anda didik tanpa melihat tingkat intelegensianya, tanpa memandang status sosial ekonomi orang tuanya, tanpa mempertimbangkan ketertibannya menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya.  Rangkul mereka dari hati terdalam wahai para guru.  Teknologi tak kan bisa menggantikan sentuhan yang Anda berikan dengan hati.  Semoga dengan sentuhan yang memiliki ruh didalamya, pendidikan di Indonesia akan terus membaik pasca pandemi dan semangat belajar tetap tinggi dengan sinergi yang Anda lakukan di semua lini.

Afita Nur Hayati.  Bekerja di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kabid Kader PW Nasyiatul Aisyiyah Kaltim

Tags :

No comment for Spirit Sentuhan Seorang Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published.